Articles by "Elektronika"
Tampilkan postingan dengan label Elektronika. Tampilkan semua postingan
Traffic light atau lampu lalu lintas  adalah alat berupa tiga buah lampu yang fungsinya mengatur arus lalu lintas di jalan raya. Lampu Lalu lintas dipasang pada persimpangan jalan agar kendaraan tidak saling mendahului dan menyebabkan macet. Biasanya Traffic light menggunakan timer waktu tertentu dan sebuah panel surya sebagai sumber daya.

Traffic Light
Kebanyakan lampu lalu lintas dirancang menggunakan mikrokontroller. Bahasa pemogramannya pun beragam, tergantung dengan jenis mikrokontroller yang digunakan. Selain menggunakan microcontroller, tentu saja Traffic light juga bisa menggunakan Rangkaian elektronika sederhana. Rangkaian Taffic light dibangun menggunakan rangkaian elektronika digital.

Kelebihan dari Rangkaian Traffic Light menggunakan rangkaian digital adalah harganya yang murah dan tidak rumit proses pembuatannya. Tentunya yang perlu dipahami adalah karakteristik setiap komponen elektronika . Berikut ini adalah skema rangkaian  lampu lalu lintas atau traffic light :

Daftar Komponen yang digunakan 

  1. Resistor 10K 0hm = 2pcs
  2. Capacitor 47uF = 1 Pcs
  3. LED merah =  2 pcs
  4. LED Kuning =  2 pcs
  5. LED Hijau =  2 pcs
  6. IC timer NE 555 = 1 pcs
  7. IC 7473 (JKFF) = 2 pcs
  8. IC  7474 (DFF) = 1 pcs
  9. IC 7408 (AND) = 2 pcs
  10. IC 7404 (NOT) = 1 pcs
  11. IC 7402 (NOR) = 1 pcs

Jika IC pada daftar tidak tersedia di pasaran, bisa digantikan dengan IC yang ekuivalent. Misalkan mengganti IC 74xx menjadi 40xx.

Skematik Rangkaian 

Skematik Rangkaian

Prinsip Kerja Rangkaian 

Untuk menjelaskan prinsip kerja rangkaian traffic light, akan lebih mudah dipahami jika menggunakan blok diagram rangkaian. Berikut ini Blok diagram traffic light  :
Blok diagram
Blok rangkaian terdiri dari sebuah rangkaian clock Ic 555, Sebuah rangkain Control Counter , rangkaian control logic, rangkaian binary 2 bit dan rangkaian convertion logic. Rangkaian Clok dibangun dari IC 555 untuk menghasilkan pulsa Clock dengan perioda tertentu. Lebar pulsa clock diatur dengan mengsetting nilai dari R1, R2 dan C1. Cara menghitung  R1, R2 dan C1 dapat dibaca pada Arikel rangkaian Clock Ic 555.

Pulsa clock yang telah dihasilkan masuk ke rangkaian Counter yang dibangun dengan menggunakan IC JK flip flop. Rangkaian counter akan menghasilkan Frequensi 1/8 dari frequensi out dari clock. Kemudian out dari Counter akan diumpak ke rangkaian control logic  untuk menghasilkan pulsa clock untuk dikirim ke rangkaian binary 2bit. Dari rangkaian binary 2 bit  yang menghasilkan 4 output. Selanjutnya 4 output  akan dikonversi menjadi 6 buah output logic untuk menyalakan Light Emitting Diode (LED).

Output berupa LED dapat diganti menggunakan lampu yang lebih besar, tentunya dengan menggunakan rangkaian driver atau menggunakan relay. Pada rangkaian diatas menggunakan sumber tegangan 5v, maka jika menggunakan input DC 12v harus ditambahkan sebuah rangkaian Regulator 5V. Rangkaian regulator sederhana dapat dibuat menggunakan IC 7805.

Untuk melihat simulasi proteus 8  untuk traffic light dapat di download disini

Skema Rangkaian Traffic light diatas dapat diterapkan pada jalan raya maupun untuk project atau tugas pelajar / mahasiswa. Sekedar saran, jika membuat traffic light usahakan semua rangkaian berada dalam 1 board Printed Circuit Board (PCB), sehingga lebih ringkas dan memudahkan analisa. Selain itu dapat menghemat ruang yang digunakan. Semoga bermanfaat!



Kita pasti telah familiar dengan istilah  digital dan analog  misal teknologi berbasis analog dan digital (Analog and digital technology) atau perangkat analog dan digital (digital and analog device). Namun, nama digital lah yang yang paling sering terdengar ,mungkin karena kita sering  mendengar kata era digital

Era digital adalah jaman atau waktu dimana semua aktifitas menggunakan sistem digital. Sistem digital telah menggantikan sistem lama yaitu sistem analog. Mengapa sistem digital lebih dipilih dibandingkan sistem yang lain ? apa pengertian dan perbedaannya ?

Analog dan Digital


Pengertian Sistem

Sebelum mempelajari digital dan analog, terlebih dahulu kita mempelajari pengertian dari sistem.  Ada banyak sistem di dunia ini, misal di tubuh kita ada sistem pernapasan, ada sistem pencernaan dan sistem reproduksi.  

Sistem adalah kumpulan berbagai hal yang saling terhubung membentuk satu kesatuan.  Sistem berasa dari bahasa  latin systema, yang berarti berhubungan.

Sistem telah menjadi bagian dari kehidupan kita. Sistem diterapkan pada semua bidang ilmu, karena merupakan penggambaran interaksi antara elemen elemen yang menyusun sistem tersebut. 

Sistem digunakan untuk mengolah sebuah data atau informasi dari elemen-elemen untuk menjalankan fungsi atau tujuan tertentu.

Pengertian Sinyal dan Data

Sinyal dapat diartikan sebagai sekumpulan nilai yang mewakili sebuah variabel fisik. Variabel fisik misalnya adalah suara, cahaya, temperature dan arus (current). Variabel fisik ini berubah terhadap waktu, dan bergantung pada sebuah sumbu spatial.

Data adalah sekumpulan informasi yang didapat dari suatu pengamatan, dapat berupa angka, lambang atau sifat. Menurut Webster New World Dictionary, pengertian data adalah things known or assumed, yang berarti bahwa data itu sesuatu yang diketahui atau dianggap. Diketahui artinya yang sudah terjadi merupakan fakta (bukti).


Pengertian sistem  Analog dan Digital

Setelah mengetahui pengertian sistem, sinyal dan data , maka akan lebih mudah menjelaskan pengertian analog dan digital. 

Analog adalah sistem pengolahan sinyal yang datanya diolah secara kontinyu, atau bertahap. Dengan kata lain  Sistem analog mempunyai �range� dalam pengolahan data dan sinyal.

Digital adalah pengolahan sinyal yang datanya diolah secara diskrit, yaitu nilainya berubah secara ekstrim (naik atau turun secara drastis).walaupun di mata kita sinyal tersebut terlihat kontinyu (analog), namun sebenarnya sinyal tersebut adalah piksel-piksel yang tersusun tidak kontinyu (digital). 

Berbeda dengan analog, Sistem digital hanya mengolah 2  jenis data �bit� yaitu 0 dan 1, sehingga sinyalnya tidak memiliki range.

Sinyal digital dan analog

Jika diumpamakan dalam kehidupan sehari hari sinyal analog seperti perubahan siang dan malam. Jika di saat fajar sinar mentari bertahap mulai dari redup hingga semakin terang, puncaknya adalah siang hari lalu berangsur � angsur meredup sampai senja terbenam gelap. 

Bayangkan jika perubahan siang dan malam adalah secara digital, maka saat fajar sinar matahari langsung terang seperti siang. Terangnya bertahan tidak berubah sampai senja tiba-tiba langsing gelap gulita. Ini dikarenakan sinyal digital tidak mempunyai range dalam perubahan sinyalnya, berbeda dengan sinyal analog.

Contoh lainnya adalah sinyal analog ibaratnya jaket dengan resleting, dan sinyal digital ibaratnya jaket dengan kancing. resleting bisa diset dimana saja, sedangkan kancing hanya 2 kemungkinan, yaitu tertutup atau terbuka.

jam analog

Perbedaan sinyal Analog dan Digital                                                           

SISTEM ANALOG
SISTEM DIGITAL
Bersifat kontinyu
Bersifat diskrit (0 dan 1)
Kemungkinan eror yang besar (karena memiliki range)
Kemungkinan error yang kecil (karena hanya ada 2 data yaitu 0 dan 1)
Rentan terhadap gangguan (noise)
Lebih tahan terhadap gangguan (noise)
Pengolah sedikit data
Mengolah banyak data
Penglahan data yang rumit (mengatur frekuensi dan amplitudo)
Pengolahan data lebih sederhana (mengatur kondisi 0 dan 1)
Perawatan sistem yang mahal
Perawatan sistem lebih murah

Dari tabel tersebut terlihat bahwa sinyal digital selalu lebih unggul dari sinyal analog.  Satu-satunya kekurangan sinyal analog adalah karena pada dasarnya kita hidup di dunia analog. 

Suara yang kita ucapkan, musik yang kita dengar, pergerakan kita, suhu dan cahaya matahari semua adalah bersifat analog. Kita harus mengolah semua besaran analog  tersebut menjadi besaran digital, sehingga dapat lebih mudah dimodifikasi atau diterapkan.

Teknologi Analog dan Teknologi Digital


Teknologi berbasis digital

Teknologi analog berkembang sebelum adanya perkembangan teknologi digital. Pada dasarnya, analog merupakan perkembangan teknologi yang masih menggunakan sistem manual,dengan kata lain  belum sepenuhnya dapat bekerja secara otomatis. Teknologi analog dasarnya hanyalah alat yang sederhana dengan program yang tertentu saja.

Teknologi digital kebanyakan  tidak lagi menggunakan tenaga manusia, atau manual. Tetapi cenderung pada sistem pengoperasian yang otomatis dengan sistem komputerisasi atau oleh komputer. Teknologi digital pada dasarnya hanyalah sistem penghitung yang sangat cepat yang memproses semua bentuk-bentuk informasi sebagai nilai numerik.

Pada teknologi analog, gambar dan suara diubah menjadi gelombang radio, maka teknologi digital menkonversi gambar dan suara menjadi data digital yang terdiri dari angka 1 dan 0. Dengan teknologi digital ini, gambar yang ditampilkan memiliki kualitas warna yang lebih natural dan resolusi yang lebih baik, tidak pecah atau turun kualitasnya jika gambar ditampilkan di layar yang besar.

Teknologi digital dalam komunikasi adalah hal yang sangat penting. Pada bidang komunikasi, teknologi digital berkembang dengan menggunakan spektrum elektomagnetik yang merupakan gabungan dari frekuensi magnetik, gelombang radio, sinar X, gelombang cosmic, infrared, cahaya, gelombang radio, dan gelombang mikro. Dari situlah televisi, radio, komputer, dan lain-lain dapat tercipta. 

Komunikasi digital banyak membawa manfaat bagi kehidupan manusia. Contohnya adalah kemampuan komputer yang semakin canggih yang dapat membantu manusia dalam pekerjaannya . Selain itu sistem digital memiliki  integritas yang tinggi ketika mentransfer sebuah data melalui transmiter seperti satelit, telepon, dan lain-lain.

Cara Membuat Skema Rangkaian elektronika - Merangkai rangkaian elektronika atau membuat layout  dan mencetak rangkaian elektronika sudah biasa menjadi makanan sehari-hari oleh engineer elektronika. Baik itu karena hobinya, karena Tugas sekolah atau kuliah maupun karena tuntutan pekerjaan. Jika karena hobi maka itu luar biasa, karena hobi elektronika adalah hobi yang mahal. Komponen elektronika tentu tidak murah jika dibeli dalam jumlah sedikit saja, beda dengan perusahaan yang membeli komponen dalam jumlah besar yang dapat menekan biaya produksi.


Seringkali dalam membuat alat elektronik kita menggunakan jalan pintas dengan mencari skema rangkaian di internet. Misalkan kita ingin membuat amplifier maka tinggal mencari skema amplifier di mesin pencari. 

Jika kita membuat rangkaian yang sudah familiar akan sangat mudah menemuinya di internet. Namun, bagaimana jika kita ingin membuat rangkaian yang berbeda dan tidak ditemukan di internet ?

Hal inilah yang seringkali membuat pelajar maupun mahasiswa pusing dan kebingungan. Ketika diberikan tugas perancangan elektronika oleh pengajar membuat desain rangkaian elektronika yang tidak dapat ditemukan di internet. Berarti kita harus membuat desain rangkaian yang baru.

Mendesain atau Rancang bangun rangkaian elektronika tidak semudah yang dibayangkan. Ada beberapa tahap yang perlu dipahami dan dikuasai diantaranya :

      1. Memahami Karakteristik setiap komponen elektronika


Memahami Karakteristik setiap komponen elektronika adalah �item wajib� karena sebuah rangkaian elektronika dibangun dari kumpulan komponen � komponen yang terintegrasi. Komponen � komponen tersebut memiliki karakteristik  dan cara kerja yang berbeda satu sama lain. 

Misalnya Resistor yang cara kerjanya menghambat arus listrik, dan Kapasitor yang cara kerjanya menyimpan muatan listrik. Pada dasarnya Komponen elektronika kelompokkan menjadi 2 kelompok, yaitu KomponenPasif dan Komponen Aktif. Sudahkah kita memahami karakteristik setiap komponen elektronika ? apakah kita sudah tahu elektronika itu apa ?


      2. Memahami hukum kelistrikan sederhana

Setelah memahami karakteristik Komponen elektronika selanjutnya adalah memahami hukum kelistrikan. Bagaimana kita membuat rangkaian elektronik jika kita tidak tau prinsip dasar kelistrikan dan hukum-hukumnya. Minimal yang kita ketahui adalah Hukum Ohm, yang menjelaskan hubungan antara tegangan , arus dan hambatan.

Dengan mengetahi nilai tegangan, hambatan dan arus maka kita dapat menentukan komponen apa yang mesti digunakan. Karena setiap kompone memiliki batas daya dan kemampuan arus yang berbeda.  Lebih lanjut kagi kita memahami hukum kirchoff, perhitungan frekuensi dan amplitude, Gerbang logika Boolean dll.


3. Mengetahui cara kerja  rangkaian  yang akan dibuat

Jika kita sudah mengetahui Karakteristik komponen elektronika dan hukum � hukum kelistrikan, akan menjadi mudah dalam mendesain rangkaian elektronika. Hal selanjutnya adalah mengetahui cara kerja rangkaian yang akan kita desain. 

Misalkan saja 1 kasus, Budi mendapat sebuah tugas dari sekolah yaitu membuat sebuah rangkaian Pengatur kecepatan motor DC dengan display seven segmen. Dari tugas tersebut guru Budi menjelaskan cara kerja rangkaian :
Terdapat 2 saklar push button yaitu saklar Up dan Reset. Jika saklar up di tekan, maka kecepatan motor akan bertambah dan angka display akan naik. Semakin besar angka pada display seven segmen maka semakin cepat pula putaran motornya . Kecepatan dan display  dapat  direset ke 0 dengan tomol reset. Kecepatan maksimal motor adalah 4 tampilan display�

Dengan cara kerja tersebut yang harus dilakukan Budi adalah menemukan logika bagaimana cara mengolah input dari 2 saklar push button yang diubah menjadi tampilan seven segmen dan kecepatan motor DC. Budi akan menggidentifikasi komponen apa sajakah yang diperlukan untuk membuat rangkaian Controlnya.


      4. Membuat Blok diagram rangkaian

Langkah selanjutnya adalah membuat blok rangkaian. Blok rangkaian adalah bagian terpisah dari rangkaian yang saling terhubung. Di dalam blog rangkaian Input diproses hingga menghasilkan sinyal output. Budi yang mengetahui cara kerja rangkaian membuat blok program yang terdiri dari :
  1. Rangkaian Regulator sebagai sumber dan penstabil tegangan input.
  2. Rangkaian Clock,counter dan komparator  untuk PWM mengatur kecepatan motor.
  3. Rangkaian Penahan (Latch) adar dapat menyimpan informasi penekanan push button
  4. Rangkaian decoder untuk menampilkan display seven segment  
  5. Rangkaian Driver untuk mensuplay arus motor.
Blok diagram tersebut kemudian saling dihubungkan dan saling terintegrasi. Semakin ringkas Blok rangkaian maka akan semakin bagus. Setiap rangkaian tentu memiliki blok rangkaian yang berbeda karena berbeda pula cara kerjanya. Misalkan saja rangkaian amplifier tentu berbeda dengan rangkaian running LED.

Blok Diagram Rangkaian

    5. Memilih Komponen yang tepat di setiap blok

Setelah membuat Blok Rangkaian maka yang mesti dilakukan adalah menentukan komponen apa yang cocok digunakan .Sebaiknya pilihlah komponen yang mudah didapatkan di pasaran dan memenuhi spesifikasi dari rangkaian. Pada blok regulator komponen yang dipakai tentunya adalah IC 7805 karena fungsinya menstabilkan tegangan 5V untuk rangkaian.

Pada blok rangkaian Clock dan PWM digunakan  IC clock 555, IC  D flip Flop  4013  dan IC  komparator 7485. Untuk Dekoder seven segmen bisa menggunakan IC7447 dan IC latch yang menggunakan IC 4013. Untuk Driver motor sendiri digunakan Transistor BD 139



      6. Membuat rangkaian masing masing Blok rangkaian

Setelah didapat komponen yang pas  maka tinggal membuat rangkaiannya. Setelah tahap ini maka akan lebih mudah karena biasanya sudah banyak rangkaian dasar di internet. 

Misalkan sesuai kasus diatas, kita tinggal mencari Rangkaian Clock menggunakan IC 555 untuk Blok kedua, Rangkaian decoder dan latch untuk blok ke 3 dan 4. Tentunya disesuaikan dengan komponen yang digunakan.  


      7. Menggabungkan Rangkaian

Jika semua rangkaian telah selesai maka kita tinggal menggabungkan rangkaian yang telah dibuat, selanjutnya hanyalah tinggal mencoba rangkaiana pada software simulasi. 

Terdapat banyak software simulasi yang dapat digunakan seperti Livewire, multisim dan proteus. Bagi yang menggunakan Android dapat menggunakan aplikasi EveryCircuit.

Rangkaian Yang telah digabungkan

     8. Membuat layout dan mencetak rangkaian

Jika simulasi Rangkaian telah berhasil dan tidak terdapat masalah maka hal terakhir yang mesti dilakukan adalah membuat Jalur rangkaian PCB. Software yang digunakan adalah EAGLE, Proteus maupun Altium designer. 

Bagi yang menggunakan Android dapat menggunakan PCBDroid. Setelah selesai tinggal mencetak dan melakukan ui coba rangkaian.


Kesimpulan

Membuat rangkaian elektronika bukan hal yang mudah. Hal terpenting yang mesti dikuasai adalah pengetahuan mengenai karakteristik setiap komponen elektronika dan memahami hukum- hukum kelistrikan. Jika kita sudah menguasai dua �item wajib� tersebut maka akan mudah dalam mendesain rangkaian.

Hal yang dilakukan hanyalah mengetahui cara kerja rangkaian lalu membuat blok diagram rangkaian. Setelah membuat blok diagram rangkaian tinggal membuat rangkaian masing-masing blok dan menggabungkannya. Setelah itu tinggal melakukan uji coba simulasi dan uji coba rangkaian fisik.


Mengenal Hukum Ohm, Bunyi, Rumus dan Contoh soal - Hukum Ohm adalah hukum dasar dari kelistrikan. Jika kita belajar tentang listrik,  Kita pasti sangat familiar dengan istilah tegangan, Arus dan Hambatan. Tegangan, arus dan hambatan merupakan besaran dasar listrik. 

Hukum Ohm menjadi materi awal ketika mempelajari sistem kelistrikan dan elektronika. Hubungan antara ketiga besaran ini ditemukan oleh seorang ilmuan asal Jerman  bernama George Simon Ohm pada tahun 1827. 

George Simon Ohm memperkenalkan hukum ohm di dalam papernya yang berjudul �The Galvanic Circuit Investigated Mathematicaly� Karena pemikiran Ohm sudah terbukti dan tidak menimbulkan kontradiksi maka disebutlah Hukum Ohm. Semua rumus turunan dari kelistrikan tidak kan lari dari hukum ini.


Bunyi Hukum Ohm

Hukum Ohm berbunyi :

�Kuat arus yang mengalir pada suatu penghantar berbanding lurus dengan beda potensial pada kedua ujung penghantar dan berbanding terbalik dengan hambatan pada penghantar tersebut�
Dari bunyi hukum ohm diatas jelas menjelaskan hubungan 3 parameter yaitu arus, beda potensial (voltage) dan hambatan (resistansi). Hukum menjelaskan bahwa Arus listrik yang mengalir pada penghantar akan semakin besar apabila Tegangannya dibesarkan, sebaliknya arus listrik yang mengalir akan semakin kecil justru apabila hambatannya yang dibesarkan.

Kecerdasan George Simon Ohm dalam ilmu kelistrikan melahirkan  rumus  matematis dalam persamaan:

Tegangan, Arus dan Hambatan

Pada dasarnya sebuah rangkaian listrik pasti mempunyai sumber tegangan dan beban. Sebuah sumber tegangan dan beban membentuk sebuah rangkaian tertutup (closed loop). Pada rangkaian close loop itulah mengalis arus listrik tiap satuan waktu. Dalam 1 ampere arus yang mengalir dalam 1 detik sama dengan 1 Coloumb per detik. Dimana 1 Coloumb sama dengan 6,241504 * 1018 elektron.

Tegangan adalah beda potensial antara 2 titik dalam sebuah penghantar. Beda potensial berarti berbedaan tingkatan energi yang terdiri dari potensial tinggi dan potensial rendah. Contoh beda potensial adalah air yang mengalir dari potensial tinggi ke potensial rendah. Tegangan disimbolkan dengan V dan satuanya adalah Volt. Mencari beda potensial dapat menggunakan rumus V = I * R.

Arus adalah banyaknya muatan listrik yang mengalir tiap satuan waktu. Arus listrik adalah aliran elektron yang terjadi akibat faktor tententu misalnya karena panas atau beda potensial. Arus disimbolkan dengan I (Intesity) dan Satuannya adalah Ampere (A). mencari nilai arus dapat menggunakan rumus : I = V / R.

Hambatan adalah perbandingan antara Tegangan dan arus listrik yang mengalir. Hambatan disimbolkan dengan R dan satuannya adalah Ohm. mencari nilai hambatan  dapat menggunakan rumus : R = V / I.


Daya Listrik

Daya listrik adalah Laju hantaran energi dalam sebuah rangkaian listrik. Daya pada sebuah rangkaian menyatakan banyaknya tenaga listrik yang mengalir tiap satuan waktu. 

Daya disimbolkan dengan P (Power) dan Satuannya adalah W (watt). Menghitung daya dapat menggunakan rumus P = V * I atau P = V2 / I atau P = I2 * R.


Contoh soal hukum Ohm

      1. Perhatikan gambar 1 

Gambar 1


A ) Diketahui dari gambar, sebuah sumber tegangan bernilai 20V, mengalir arus listrik melalui resistor yang nilainya 500 ohm. Berapa arus listrik yang mengalir ?

Jawab :

Dari hukum ohm didapatkan rumus I = V / R  dengan memasukkan nilainya dapat dihitung
I =  20 / 500 = 0.04 A atau 40mA (Mili Ampere)


B ) jika pada gambar diatas Resistornya diubah menjadi 2K ohm, berapa arus yang mengalir ?

Jawab :

Dari hukum ohm kita dapat mengambil fakta bahwa arus listrik yang mengalir akan bertambah besar bila tegangannya dibesarkan, dan arus listrik yang mengalir justru akan berkurang jika hambatannya dibesarkan. Merubah nilai resistansi menjadi lebih besar akan membuat arus yang mengalir semakin kecil. Nilai arus dapat dihitung :
I = 20 / 2000 = 0.01 A atau 10 Ma

      2. Perhatikan Gambar 2

Gambar 2


A )  Diketahui dari gambar, Sebuah sumber tegangan dengan nilai tertentu Mengalir arus sebesar 3mA melalui sebuah resistor yang bernilai 6K ohm. Berapakah beda potensial pada titik A dan B ?

Jawab :

Dari hukum ohm didapatkan rumus V = I * R  dengan memasukkan nilainya dapat dihitung Tegangannya. Sebelumnya konversi dulu satuan mili ampere ke Ampere, dan Kilo Ohm menjadi Ohm

V = 0.003 * 6000 = 18 V

B ) jika pada gambar diatas I berubah menjadi 6 mA, berapa tegangan pada titik A dan B ?

Jawab :

Dari hukum ohm kita dapat mengambil fakta bahwa arus listrik yang mengalir akan bertambah besar bila tegangannya dibesarkan, dan arus listrik yang mengalir justru akan berkurang jika hambatannya dibesarkan. Berubahnya nilai arus berarti ada perubahan pada beda potensial. Nilai tegangan dapat dihitung :

V = 0.006 * 6000 = 36V

Bertambahnya arus listrik berarti bertambah pula beda potensial antara titik A dan B


      3. Perhatikan Gambar 3

Gambar 3


Dari gambar diatas terdapat 2 buah sumber tegangan (anggaplah beterai) yang dihubung seri bernilai masing-masing 10V ,mengalir arus sebesar 40mA pada sebuah R. berapa kah nilai hambatan dari R tersebut ?

Jawab :

Jika 2 buah sumber tegangan di seri , maka tegangan totalnya adalah penjumlahan dari semua sumber tersebut. Jika ada 2 baterai bernilai 10V berarti Tegangan totalnya adalah 2*10V = 20V. untuk menghitung hambatan dapat menggunakan rumus :

R = V /  I
R = 20 / 0.04
R = 500 ohm


     4. Perhatikan gambar 4

Gambar 4


Dari gambar tersebut dapat diketahui bahwa sebuah sumber tegangan  dengan nilai 10V mengalir arus melalui sebuah  resistor dengan nilai tertentu dan menghasilkan daya sebesar 10W. Pertanyaannya adalah jika Tegangannya dinaikkan 2 kali lipat, maka berapa kah daya listrik yang dihasilkan ?

Jawab :

Tidak perlu menggunakan rumus, hanya perlu logika sederhana dari hukum ohm. Menurut hukum ohm, jika tegangan dinaikkan 2 kali lipat maka arus yang mengalir juga naik 2 kali lipat. Maka daya yang dihasilkan adalah 4 kali lipat karena daya = 2V * 2I (baca : 2 kali lipat tegangan * 2 kali lipat arus) = 4 kali lipat daya. 4 kali lipat dari 10W adalah 40 W.

Kesimpulan

Hukum Ohm menjadi hukum dasar dari kelistrikan , karena menjelaskan hubungan antara 3 besaran dasar listrik yaitu arus, beda potensial (tegangan) dan hambatan (resistansi). Hukum ohm yang berbunyi �Arus yang mengalir pada sebuah penghantar berbanding lusrus dengan tegangan dan berbanding terbalik dengan hambatan� berarti Kenaikan tegangan pada penghantar akan menyebabkan kenaikan arus, sebaliknya kenaikan hambatan akan menyebabkan penurunan pada nilai arus listrik. 


Download Skema Elektronika Lengkap � Bagi anda pecinta elektronika yang senang bereksperiment, atau para pelajar yang sedang mencari referensi tugas, maka Kumpulan skema elektronika lengkap ini dapat menjadi acuan. Ada lebih dari 380 skema yang terbagi dalam bebearapa ebook. Contohnya  200 rangkaian transistor , 30 rangkaian LED , 100 rangkaian IC dan 50 rangkaian FET. Skema elektronika tersebut di desain oleh seorang pakar elekronika yaitu Colin Mitchell dan dibagikan secara gratis.

Baca juga : Kumpulan Skema Rangkaian Elektronika Terbaru




Skema Elektronika tersebut tersedia dalam bentuk PDF .Pada rangkaian PDF Skema Elektronika  tersebut sudah dijelaskan deskipsi dan cara kerja dari rangkaian . Tentunya sangat memudahkan dalam memahami cara kerja dan fungsi rangkaian tersebut. Bangi yang senang melakukan eksperiment tentang elektronik tentunya PDF Skema Elektronika ini sangat membantu, karena tersedia juga Project elektronika sederhana yang mudah dirangkai.

Bagi para pelajar yang mempunyai tugas sekolah dapat pula menggunakan PDF Skema Elektronika ini, walaupun biasanya para guru memberi tugas yang �membingungkan�, namun dengan sedikit modifikasi rangkaian skema ini dapat diandalkan. Tentunya didasari tentang ilmu karakteristik komponen elektronika.

 Skema Elektronika tersebut tersedia dalam bentuk PDF dan dapat dengan mudah di download pada link dibawah :











      1.       100 Transistor Circuit

      2.        100transistor Circuit

      3.       30 LED circuit

      4.       50 Fet Circuit

      5.       100 IC circuit

 Semoga Bermanfaat,,,!

Download Kumpulan Skema elektronika Terbaru � Pada era modern saat ini berbagai rangkaian elektronika sudah tersedia di internet. Ada yang berbentuk skema rangkaian atau jalur layout rangkaian, ada pula yang langsung menjual kit elektronika. 

Banyak orang yang ingin membuat Project elektronika secara instan dengan cara membeli modul atau kit elektronika di toko online. Tentunya banyak yang menyediakan modul instan dengan harga yang cukup terjangkau. 

Namun, masih banyak juga yang membuat project elektronika dari awal, dengan bantuan skematik. Dengan mendesain dari awal tentunya kita akan merasa tertantang dan skill menjadi berkembang.



Berikut ini adalah kumpulan Skema rangkaian elektronika Terbaru. Rangkaian elektronika ini sangat cocok bagi pecinta elektronika maupun mahasiswa/pelajar yang sedang mencari referensi dalam pembuatan project. Dalam File terdiri dari
  • Rangkaian Skema IC logika
  • Rangkaian Skema IC Digital
  • Rangkaian skema OP Amp
  • Rangkaian Skema Transistor
  • Rangkaian Skema LED

Dll

Rangkaian elektronika Terbaru ini berformat PDF dan dapat didownload dengan gratis pada link dibawah

Download Rangkaian elektronika Terbaru

Semoga  Bermanfaat,,,,,,