Articles by "Internet"
Tampilkan postingan dengan label Internet. Tampilkan semua postingan
Internet Of Things (IoT) adalah sebuah konsep yang sedang gencar di promosikan di dunia, seiring dengan perkembangan teknologi yang pesat. Internet Of Things adalah sebuah konsep untuk memaksimalkan manfaat  konektifitas internet untuk menghubungkan segalanya (Things). Sehingga manusia memiliki kemampuan remote kontrol untuk mengontrol benda di kehidupan sehari hari. 

Bukan hanya benda di sekitar kita seperti lampu, TV, Kipas maupun kendaraan bermotor, IoT dapat juga diterapkan dalam bidang Industri. Terbukti dengan digalakkannya revolusi industry jilid 4.0 yang membawa konsep optimasi IoT pada bidang Industri. Sehingga mesin -  mesin industry dapat dikontrol dan di monitoring menggunakan program cerdas dengan mudah menggunakan Internet.


Saat ini telah banyak project IoT yang dibuat di seluruh dunia. Tentunya jumlah ini akan terus bertambah. Data dari International Data Corporation  mencatat bahwa ada 3,1 miliar perangkat keras yang terhubung melalui IoT pada tahun 2015, dan diperkirakan akan berkembang pesat menjadi 8,6 miliar perangkat pada tahun 2020. Dari sekian banyak Project IoT, terdapat beberapa yang menjadi pilihan dalam dikembangkan. Alasannya karena mudah, murah serta bermanfaat bagi kehidupan sehari hari. Berikut ini 10 Project Internet Of things  paling Populer :

    1. Smart Camera and Door Lock System




Smart Camera and Door lock System adalah sebuah project untuk mengontrol kunci pintu sebuah kamar atau ruangan. Project ini berupa alat berupa kamera dan sebuah mikrokontroller (bisanya Arduino atau AVR) yang berfungsi melakukan lock dan monitor pada pintu sebuah ruangan. Sehingga kita bisa membuka atau menutup akses ruangan kita melalui Andorid pada jarak yang jauh melalui internet. Selain itu kita juga dapat melihat siapa saja yang masuk ke ruangan kita.

      2. Smart Lamp Controller



Smart lamp Control adalah Project yang berfungsi mengendalikan Nyala dan Intensitas cahaya Lampu sebuah ruangan. Tentunya kita bisa mengontrol lampu tersebut dari jarak jauh menggunakan Interet. Project ini bisa dibuat menggunakan Arduino, dengan tambahan modul Dimmer lampu dan sebuah modul Wireless LAN untuk menghubungkan Arduino dengan Smatrphone kita.

      3. Monitoring lokasi  kendaraan menggunakan Android


Dengan Alat ini Kita dapat melihat lokasi dari kendaraan kita jika sedang dipakai orang lain. Bukan hanya lokasi tapi kita juga bisa melihat Indaktor tangki bensin, dan jarak yang telah ditempuh kendaraan melalui komputer atau Smartphone

4. Absensi Sidik jari


Selama ini kita melakukan Absesi manual dengan buku. Kelemahannya adalah data yang mudah hilang dan mudah di manipulasi. Namun dengan menggunakan mikrokontroller yang dipadukan dengan Internet Of Things, sistem Absensi dapat menggunakan sidik jari. Dengan begitu data tidak dapat dimanipulsi karena sidik jari setiap manusia di dunia ini berbeda. Selain itu data dari absensi dapat dilihat oleh siapa saja secara langsung melalui Website karena hasil absensi diupload langsung ke Internet.

      5. Smart  Pump and Water level Control


Pada project ini kita dapat mengontrol pompa air pada tangki atau saluran Irigasi. Selain mengontrol pompa secara manual melalui kompuer atau Smartphone, Pompa juga dapat dikendalikan otomatis oleh sensor ketinggian Air. Ketinggian Air yang disensor dapat dilihat melalui Komputer pada jarak jauh.

      6.  Smart Watch and Weather
Jika jam biasa hanya menunjukkan waktu dan Tanggal, maka Smart Watch ini kita dapat mengetahui perkiraan cuaca di lingkungan kita. Pada Project Smart Watch data tentang informasi cuaca di upload langsung dari internet. Sebelumnya Smart wacth mendeteksi lokasi pengguna sebelum mencari informasi cuaca di lokasi tersebut.


      7.  Smart Termostat


Termostat adalah alat yang dapat mengatur suhu pada sebuah ruangan. Versi dari termostat biasanya kita kenal sebagai AC (Air Conditioner). Smart termostat diterapkan pada ruangan yang besar dengan cara memasang sensor suhu pada ruangan tersebut. Sensor tersebut akan mengirim data dan membandingkannya dengan ambang batas suhu normal yang sebelumnya telah di setting. Data dari sensor juga dapat dilihat melalui komputer yang terhubung dengan Internet.

      8.  Smart home monitoring


Smart Home monitoring adalah  alat berupa kamera yang berfungsi  merekam kondisi rumah dan dikirimkan ke pemilik rumah. Pemilik rumah dapat melihat kondisi rumahnya pada jarak jauh. Tentunya sangat berguna ketika kita meninggalkan rumah dalam konsisi kosong mapun ada keluarga. Jadi kita dapat melihat aktifitas di dalamnya dari jarak jauh


      9.  Running Text Controller


Running text adalah sekumpulan LED (light emitting diode) yang disusun berbaris sejajar dan kolom sehingga berbentuk Matrix. Running text biasanya dipasang di toko atau di intansi pemerintahan sebagai sarana menyampaikan informasi.  Dengan menggunakan Internet Of Things kita dapat mengatur output display dari running teks menggunakan Wireless LAN pada komputer maupun Smartphone

      10.  Smart home Security


Smart home Security adalah alat berupa berbagai jenis sensor yang dipasang di rumah. Misalnya saja sensor gas untuk mendeteksi kebakaran dan sensor gerak (biasanya menggunakan Passive Infra red) untuk mendeteksi gerakan objek. Data dari sensor dikirimkan ke komputer atau Smartphone pemilik rumas sehingga dapat melakukan tindakan pencegahan.

Penutup

Tentunya masih banyak lagi Project IoT yang dikembangkan saat ini. Kebanyakan Procect IoT yang dikembangkan menggunakan mikrokontroller Arduino maupun Mikroprosesor Raspberry. Tantangan selanjutnya adalah bagaimana kita memanfaatkan kemudahan yang ada untuk membuat alat berbasis IoT yang berguna bagi kehidupan. Semoga bermanfaat!


Internet Of Things (IoT) atau dalam bahasa Indonesia berarti Internet Untuk Segalanya sudah menjadi perbincangan di Indonesia beberapa tahun terakhir. Banyak seminar maupun majalah serta Artikel di internet yang menggalakkan semangat Internet Of things Di Indonesia. Internet Of Things bisa dikatakan sebuah pintu ke masa depan, dimana penggunaan Internet Bukan hanya menghubungkan manusia dengan menusia Tapi akan menghubungkan manusia dengan benda, bahkan benda dengan benda sekalipun.


Internet Untuk Segalanya
Pernahkah kita membayangkan tentang masa depan dimana segala pekerjaan manusia sudah digantikan oleh mesin yang bekerja secara otomatis ? Pernahkah anda membayangkan anda bisa mengetahui kondisi rumah anda melalui SmartPhone ? atau memonitoring kendaraan pribadi anda seperti Indikator Bahan bakar, menyalakan dan mematikan kendaraan hanya melalui Smartphone ? Di jaman modern ini semua sudah dapat dilakukan. Lalu bagaimana cara menghubungkan Alat � alat tersebut ? Jawabannya adalah INTERNET.

Segala Hal yang terhubung dengan Internet

Konsep Dasar IoT

Pada Dasarnya Internet Of Things adalah sebuah konsep untuk memaksimalkan fungsi konektivitas internet dari awalnya hanya menghubungkan antar manusia menjadi manusia antar benda, maupun benda antar benda. Seperti yang kita ketahui, Sejarah awal dari dikembangkannya Internet adalah untuk menghubungkan komputer dan komputer.

Komputer tersebut berisi tentang data data yang diolah manusia, dengan kata lain Internet pada saat Itu menghubungkan antar manusia. Sehingga manusia dapat saling bertukar informasi dan sumber daya.

Seiring dengan berkembangnya Teknologi, Manusia ingin mengembangkan fungsi internet menjadi penghubung manusia dengan benda. Interaksi Internet Bukan lagi antara manusia dengan komputer, namun manusia dengan TV, Kulkas, Mesin Cuci, kendaraan Pribadi, dan apapun bendanya. Semua menggunakan Internet. Baca juga : Sejarah perkembangan Internet.

Dengan Menggunakan IoT kita bisa mengendalikan dan memonitor apapun benda di sekitar kita. Kita bisa menyalakan atau mematikan kendaraaan, Memonitor kondisi rumah saat ditinggalkan, mengoprasikan barang elektronik hanya lewat Smartphone maupun komputer dengan bantuan Koneksi Internet. Bukan hanya untuk kehidupan sehari hari, Konsep IoT dapat Diterapkan di Dunia Industri maupun Bisnis.

Dengan menerapkan IoT di bidang Industri akan meminimalkan Interaksi manusia dengan mesin, karena alat alat industry sudah dikendalikan dan dioprasikan melalui Komputer. Dalam bidang Perbankan tanpa kita sadari telah menerapkan IoT  sejak lama, terbukti sekarang kita tidak perlu lagi pergi ke bank untuk melakukan terbagai macam transaksi. Cukup menggunakan ATM atau fasilitas Internet banking.


Potensi  Pengembangan IoT di Indonesia

Potensi berkembangnya IoT di Indonesia sangat besar. Lembaga riset digital marketing Emarketer memperkirakan pada 2018 jumlah pengguna aktif smartphone di Indonesia lebih dari 100 juta orang. 

Dengan jumlah sebesar itu, Indonesia akan menjadi negara dengan pengguna aktif smartphone terbesar keempat di dunia setelah Cina, India, dan Amerika. Data dari Global Average Connection Speeds Rangkings menempatkan Indonesia di Urutan Ke 6 didunia dengan kecepatan rata- rata internet sebesar 79,8 Mbps. Sehingga sangat memungkinkan dikembangkannya IoT.

Potensi Pengembagan Iot semakin baik setelah maraknya penggunaan jenis mikrokontroller terbaru bernama Arduino. Arduino dengan Fleksibilitas dan efisiensi software maupun hardwarenya akan sangat mudah dihubungkan dengan Internet. Arduino memiliki banyak Modul dan library program sehingga dapat dengan mudah melakukan rancang bangun alat dengan konsep IoT. 

Dengan menggunakan Arduino, kita dapat membuat program yang menghubungkan user dengan alat  yang diinginkan dengan mudah. Selain Arduino, Muncul juga mikrokontroller yang lebih canggih dengan nama Raspberry, dengan spesifikasi lebih tinggi dari Arduino, bahkan mendekati fungsi personal komputer. Baca juga :Pengertiaan Arduino dan Jenisnya

Modul Raspberry dan Arduino Untuk IoT

Sudah saatnya Indonesia menerapkan Konsep Internet Of Things di segala Bidang, bukan hanya di kehidupan sehari � hari namun juga dalam bidang industry, Pendidikan dan kesehatan serta bisnis. Dengan segala sumber daya yang dimiliki, diharapkan  Indonesia kelak akan menjadi raksasa digital dunia di masa depan. Semoga saja.




Sejarah perkembangan Internet � Internet merupakan kebutuhan manusia modern. Internet saat ini digunakan sebagai media Sharing information, edukasi dan hiburan. Internet atau Interconnected network adalah sebuah jaringan komunikasi yang menghubungkan milyaran komputer di seluruh dunia melalui media satelit maupun telepon. 

Kecepatan internet saat ini sangat cepat, contohnya di Negara singapura kecepatan internet sudah mencapai 1 Gbps. Sementara di Indonesia kecepatan maksimal masih 100Mbps. Perkembangan Internet sejalan dengan perkembangan teknologi komputer dan smartphone, ditambah lagi era globalisasi yang membutuhkan mobilitas yang tinggi. 

Sejarah perkembangan internet telah melalui jalan panjang. Diawali dari sebuah proyek militer, terus berkembang untuk menghubungkan kampus-kampus, menghubungkan kota, Negara hingga menghubungkan seluruh dunia.


Era Sebelum Internet

Sebelum internet digunakan sebagai media bertukar informasi, manusia memanfaatkan telegram dan radio . telegram dan Radio memiliki banyak kekurangan, diantaranya membutuhkan sumber daya yang tinggi dan potensi kebocoran informasi yang besar. 

Apalagi sebelum internet dikembangkan, dunia sedang berada pada masa perang dunia. Setelah perang dunia usai, Negara-negara terbagi menjadi 2 blok, yaitu blok barat dan blok timur(FYI : Indonesia mengambil sikap non blok). Masing masing blok mengembangkan teknologi dalam segala bidang untuk membuktikan diri. 

Blok timur yang dipimpin Russia berhasil mengembangkan satelit pertama yaitu Sputnik. Blok barat yang dipimpin oleh Amerika yang merasa tak terima  membentuk sebuah badan yang dinamakan Advanced Research Projects Agency (ARPA) untuk mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi untuk menyaingi Russia.


Perkembangan Internet


Internet Untuk Segalanya

Setelah ARPA dibentuk, mulailah dibangun sebuah riset untuk menghubungkan sebuah komputer ke komputer lain. ARPA mengembangkan ARPANET untuk mempromosikan "Cooperative Networking of Time-sharing Computers", dengan hanya empat buah host komputer yang dapat dihubungkan hingga tahun 1969, yakni Stanford Research Institute, University of California, Los Angeles, University of California, Santa Barbara, dan University of Utah. 

Project ARPANET diperkenalkan oleh Larry Roberts pada tahun 1967. Pada tahun 1971 jumlah komputer yang terhubung ke ARPANET mencapai 14 buah. Pada tahun ini protokol Telnet dan FTP berhasil dibangun. Pada tahun 1972 larry Roberts dan Bob Kahn mengenalkan ARPANET pada konferensi ICCC yang diselenggarakan di Washignton. Tahun 1973, jaringan komputer ARPANET mulai dikembangkan ke luar Amerika Serikat. 

Computer University College di London merupakan komputer pertama yang ada di luar Amerika yang menjadi anggota jaringan ARPANET.Di tahun yang sama, dua orang ahli komputer yakni Vinton Cerf dan Bob Kahn mempresentasikan sebuah gagasan yang lebih besar, yang menjadi cikal bakal pemikiran internet. Ide ini dipresentasikan untuk pertama kalinya di Universitas Sussex.

Pada tahun 1978 Unix to Copy Protocol ditemukan di Labolatorium Bell. Program ini berguna untuk melakukan file transfer. Pada tahun 1979 news group yang diberi nama USENET beroperasi dengan dasar UUCP. USENET dikembangkan oleh adalah Jim Ellis Tom dan Truscott yang merupakan  mahasiswa dari Duke University dan Steven Bellovin dari Universitas North Carolina.

Karena komputer yang membentuk jaringan semakin hari semakin banyak, maka dibutuhkan sebuah protokol resmi yang diakui oleh semua jaringan. Pada tahun 1982 Defense Communication Agency (DCA) dan DARPA membentuk protokol yang disebut TCP/IP untuk ARPANET. Sementara itu di Eropa muncul jaringan komputer tandingan yang dikenal dengan Eunet, yang menyediakan jasa jaringan komputer di negara Belanda, Inggris, Denmark dan Swedia. 

Jaringan Eunet menyediakan jasa e-mail dan newsgroup USENET.Selanjutnya, Departemen Pertahanan Amerika Serikat menyatakan TCP/IP sebagai sebuah sntadar. Saat itulah internet didefinisikan sebagai sekumpulan jaringan yang terhubung yang menggunakan TCP/IP sebagai protokol.

Sejarah Internet berlanjut pada tahun 1984 Untuk menyeragamkan alamat di jaringan komputer yang ada diperkenalkan sistem nama domain, yang kini kita kenal dengan DNS atau Domain Name System. Komputer yang tersambung dengan jaringan yang ada sudah melebihi 1000 komputer lebih. Pada 1987 jumlah komputer yang tersambung ke jaringan melonjak 10 kali lipat manjadi 10.000 lebih.

Pada tahun 1986 TCP/IP telah tersedia pada workstaiton dan PC. National Science Foundation mendanai NSFNET sebagai tulang punggung internet berkapasitas 56 kbps dan mengatur internet hanya ditujukan untuk kepentingan riset dan pemerintah yang bersifat tidak komersial.

Tahun 1990 menjadi tahun penting perkembangan internet, ketika Tim Berners Lee menemukan program editor dan browser yang bisa menjelajah antara satu komputer dengan komputer yang lainnya, yang membentuk jaringan itu. Program Dari Tim Berners Lee dinamakan  www, atau World Wide Web.

Tahun 1992, komputer yang saling tersambung membentuk jaringan sudah melampaui sejuta komputer, dan pada tahun yang sama muncul istilah surfing (selancar) the internet. Tahun 1994, situs internet telah tumbuh menjadi 3000 alamat halaman, dan untuk pertama kalinya virtual-shopping atau e-retail muncul di internet. Platform digital telah bermunculan seperti yahoo dan Netscape Navigator.

Pada tahun 2003 Google mengakuisisi layanan publikasi data yang dinamakan Blogger oleh Pyra Labs. Secara umum, blog yang dihost oleh Google berada di bawah subdomain blogspot.com. Blogger memperbolehkan penggunanya untuk mempublikasikan blognya di server lain, melalui FTP hingga 1 Mei 2010. Setelah tanggal tersebut, semua blog harus disimpan di server Google, meskipun pengguna dapat menggunakan alamat situsnya sendiri dengan fitur Custom URL.

Teknologi Jaringan Seluler



Perkembangan jaringan internet juga menjadi cikal bakal jaringan seluler. Jaringan 4g LTE (Long Term Evolution) yang kita nikmati saat ini tidak langsung cepat seperti sekarang, namun bertahap mulai dari generasi awal  0G , 1G, 2G, 3G sampai 4G, lalu berkembang lagi sampai sekarang beberapa Negara sudah menerapkan teknologi 5G yang 1000 kali lebih cepat dari 4G.
  1. Teknologi 0G diperkenalkan tahun 1970.Penggunaannya masih sangat terbatas pada beberapa orang saj. Pengguna utama generasi ini adalah para penebang, arsitek, para pekerja konstruksi dengan alat komunikasi sederhana seperti walkie talkie.
  2. Teknologi 1G dikembangkan pada tahun 1980. Pada dasarnya 1G ini merupakan sinyal radio yang ditransmisikan dalam bentuk analog. 1G ini hanya dapat mengirim pesan teks dan membuat panggilan saja. Kelemahan jaringan ini adalah ketersediaan yang terbatas.
  3. 2G/ GSM  ( Global System for Mobile Communications ) dikembangkan tahun 1990 .Teknologi GSM digunakan pada komunikasi bergerak, khususnya telepon genggam. 2G adalah generasi pertama yang menawarkan layanan data dan pesan teks SMS. 2G/GSM ini mempunyai kemampuan transfer data 9,6 -14,4kbit/detik.
  4. 2,5G/GPRS. GPRS ( General Packet Radio Service ) dikembangkan tahun 1997, dapat digunakan untuk transfer yang berkaitan dengan e-mail, data gambar ( MMS ), WAP ( Wireless Aplication Protocol ) , World Wide Web ( WWW ). GPRS mempunyai kecepatan data sebesar kurang lebih 115kbit/detik dan secara teori 160 kbit/detik
  5. 2,75G/EDGE. Secara teori EDGE ( Enhanced Data Rates for GSM Evolutions ) mempunyai kecepatan data 473,6 kbit/detik . Lebih cepat dari sistem GPRS.
  6. 3G , Dikembangkan tahun 2002-2003 . Jaringan ini memungkinkan kita untuk membuat panggilan video serta streaming video, dengan kecepatan unduh kurang lebih 3,1 megabit/detik.
  7. 3,5G/HSDPA ( High-Speed Down-link Packet Access ). Teknologi ini mempunyai kecepatan unduh bisa hingga 14 megabit/detik ( sekitar 100 kali lipat dari GPRS ).
  8. 4G/HSPA+ ( Evolved High Speed Packet Access ). HSPA+ ialah evolusi HSPA ( HSDPA dan HSUPA ). Teknologi ini memungkinkan melakukan unduh dengan kecepatan 168 megabit/detik.
  9. 4G LTE (Long Term Evolution) mengacu pada bagian dari teknologi seluler 4G yang belum sempurna. Karena pada dasarnya 4G merupakan salah satu teknlogi seluler yang mengharuskan batasan kecepatan minimal sebesar 100 Mbps ( 100 megabit/detik ).